JANGAN CUMBUI

JANGAN CUMBUI

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 20, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Darul mengalami depresi berat setelah kedua orang tua dan adik perempuannya meninggal dunia karena kecelakaan di daerah Cadas Pangeran Sumedang. Waktu itu keluarganya akan menengok Darul yang kuliah di Bandung, karena sudah tiga bulan Darul tidak pernah pulang. Sehingga orang tuanya merasa sangat rindu untuk bertemu dengan Darul. Dalam perjalanan sampai di daerah Cadas Pangeran mobil yang dikendarai pak Zein ayahnya Darul bertabrakan dengan truk pengangkut semen, kejadian itu menyebabkan pak Zein dan istrinya meninggal ditempat sementara anak peremuannya meninggal diperjalanan menuju rumah sakit. Malam sebelum kejadian pak Zein mengumpulkan semua pembantunya diruang makan untuk diberi tahu banyak hal termasuk menitipkan pesan kepada Yunita, hal itu seperti tidak biasanya sebab pak Zein untuk bisa bercengkrama dengan keluarganya saja tidak pernah apalagi sampai mengumpulkan pembantunya untuk dinasehati banyak hal. Sebagai seorang pengusaha pak Zein memang jarang di rumah, bisnis yang ditekuni menyita banyak waktunya sehingga anak perempuannya sering protes. Kejadian yang menimpa keluarganya itu membuat Darul stres hingga menyebabkan dia jatuh sakit. Untungnya di rumah ada orang-orang yang bisa membantu Darul menghadapi sakitnya juga dokter Imam yang ditunjuk oleh keluarga pak Zain ayahnya Darul menjadi dokter keluarganya. Darul menderita sakit yang aneh, seluruh badannya mengalami kelumpuhan dan emosinya juga tidak stabil. Kadang bicaranya lancar dan bisa melakukan aktivitas seperti orang sehat, tapi tiba-tiba tidak bisa apa-apa. keanehan-keanehan itulah yang membuat dokter Imam bingung menanganinya. Yunita yang merasa berhutang budi pada pak Zein ditunjuk oleh dokter Imam untuk menjadi perawatnya Darul meskipun sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Tapi mengingat kebaikkan keluarga pak Zein yang pernah diterimanya, maka Yunita bersedia merawat Darul dengan semua resikonya.p
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Dibalik Dinding Rumah Itu
  • Z̶e̶l̶ian 3: Definisi Sempurna
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • ISTRI GEN -Z
  • Surat tak berbalas
  • Clara si anak Berdarah Biru Kaya Raya Pembela Keadilan

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines