Tidak Ada Judul Yang Tepat

Tidak Ada Judul Yang Tepat

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 22, 2019
WpInfo
Non-Fiction
"Tidak Ada Judul Yang Tepat". Yap, saya nulis judul kayak gini karena memang otak kanan saya yang bertanggung jawab dalam hal pengembangan produktivitas dan kreativitas saya kurang bekerja secara maksimal. Saya merepresentasikan kehidupan nyata dan sehari hari saya, dalam berbagai karakter, kisah, maupun latar cerita yang sedemikian rupa berusaha saya ubah (walaupun ada yang tidak saya buat seperti itu). Tetapi tetap merepresentasikan kehidupan saya, sahabat saya, dan orang orang yang saya cintai dan saya sayangi lainnya. Disini saya mencurahkan seluruh apa yang ada di isi kepala saya. Tentang hari ini, hari kemarin, esok, maupun yang akan datang. Tentang apa yang akan saya hadapi, tentang apa yang akan sahabat saya hadapi, dan lain lain. Selamat menikmati cerita saya :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Masa-Masa PKL
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • My Life
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • [END] When the Stars are Tired
  • S E N A N D I K A
  • Isi Kepala
  • Psikologis Story
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines