Story cover for Luka Hati Sang Pendiam by RafliMayesaAlhadid
Luka Hati Sang Pendiam
  • WpView
    GELESEN 68
  • WpVote
    Stimmen 20
  • WpPart
    Teile 3
  • WpView
    GELESEN 68
  • WpVote
    Stimmen 20
  • WpPart
    Teile 3
Laufend, Zuerst veröffentlicht Nov. 13, 2019
Erwachseneninhalt
Seorang Pelajar broken home yang pendiam berkepribadian ganda mendapat bullying dari setiap teman nya, tetapi ia hanya diam dan menyimpan dendam nya. Ketika semua rasa tak terpendam lagi...




kepribadian yang lain muncul  dari dalam diri nya, menyiksa dan membunuh mereka semua adalah jalan keluarnya. Dan pelajar itu adalah...



Dia...
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Luka Hati Sang Pendiam zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
ELGITA  (TERBIT) cover
Mafia Is My Dream || END cover
Fake Nerd Bullying✓ cover
EVERYTHING US' [END] cover
pai pai  B 94 ZA cover
Silent Love✓ cover
Does love make me stupid? cover
Schizophrenia cover
REKSA: The Last Bell cover

ELGITA (TERBIT)

66 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"