Pretended To Be

Pretended To Be

  • WpView
    Reads 4,432
  • WpVote
    Votes 371
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 2, 2020
WpInfo
Fanfic
Stray Kids
Yunho terdiam, dan sepasang matanya tak berani menatap kepada Changmin. "Dan tiba-tiba saja aku menceplos kalau kau dan aku sebenarnya berpacaran." Ucapnya pada Changmin. HoMin Fanfiction
All Rights Reserved
#6
homin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • Little Love Story
  • SKY
  • REMEMBER YOU #2 [Vkook/Taekook] ✔
  • -'𝓜𝓮𝓵𝓪𝔀𝓪𝓷 𝓽𝓪𝓴𝓭𝓲𝓻' 🍃| sunhak[𝐄𝐍𝐃]
  • Mine
  • The Hidden Things [END]
  • Uri
  • HOW CAN I
  • Im Still Loving You

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines