We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
One Last Time

One Last Time

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 14, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang akan kau lakukan saat tiba - tiba mantanmu datang ke rumah tanpa peringatan dan mengajakmu "kencan"? Terkejut? Pasti. Begitulah yang di rasakan Azka saat tiba - tiba Aletta, berdiri di depan pintu rumahnya dengan senyum yang merekah. __________ "Ngapain lo kesini!?" "Umm.. Main?" "Pergi sana!" "Eh bentar dulu" "Apa!?" "Jalan, yuk?" __________ Cover by @pLuviophiLeaa No plagiat please :)
All Rights Reserved
#48
polaroid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awas Jatuh Cinta
  • Love Or Hate(End)
  • Young Marriage
  • dimana janji tersebut
  • ELGA
  • Secret In Silence
  • Arsyilazka
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • DEAR ANNETHA

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines