Suddenly You are My Destiny

Suddenly You are My Destiny

  • WpView
    Membaca 65
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 20, 2019
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
Namaku Kayyisa Mahreen Almahira. Panggil saja Kayyisa tapi orang lain lebih akrab memanggilku Kay. Aku hidup diantara orang orang yang paham agama Islam, tapi aku sejak kecil hingga SMP tidak menutup aurat dengan rapat, artinya masih suka lepas pasang jilbab hingga akhir SMP aku bertekad istiqomah walaupun jilbabku masih pendek. Adikku, Rafa Fauzan Kamil biasa dipanggil Fauzan tapi lebih akrabnya Rafa, dan dia semenjak akhir SMP suka balapan liar. Hingga aku menemukan sahabat yang menuntunku, dari menutup aurat rapat memanjangkan jilbab sampai istiqomah menjalankan sunnah nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam. -14 November 2019-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#25
akhwat
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Takdirku Untukmu (END)
  • IMAM RAHASIAKU
  • Takdir Dari Sang Pencipta
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • KCI 1.1 [Pengagum-Mu] -SELESAI-
  • Because this is God's plan
  • Seriously?! [END]
  • True Love [Completed✔]
  • Maafkann [END]
  • Dalam Diam Ku Mencintaimu [ON GOING]

📚 Spiritual - Romance "Saya gak gigit kok, gak perlu takut," ucap Rafa di tengah-tengah kesunyian mobil, membuat Aida tercenggang. Dila yang sedang menunduk sambil memegang erat cardigannya sontak menatap ke arah depan, mendapati suara tawa Aida dan Rafa di depan, jantung Dila semakin abnormal. "Kenapa takut sih? Bang Rafa bukan karnivora kok," ujar Aida yang membuat Dila meringis malu. "Saya omnivora." Rafa lalu terkekeh, tanpa menghadap ke arah belakang. "Bang Rafa itu omnivora, dia makan nasi, makan ayam, makan sayur, makan hati juga." Aida terkekeh pelan sambil memukuli pundak Rafa pelan. "Eh, saya memang suka hati ayam kok," tutur Rafa begitu asyik mengobrol dengan Aida. "Bukan hati ayam, Bang tapi hati Abang yang udah karatan karena udah lama gak disinggahi," ucap Aida yang membuat Dila tersenyum tipis. "Abang masih menuju halal, tunggu beberapa bulan ke depan," ujar Rafa yang membuat Dila penasaran, eh sedikit. 📚Cover dibuat dari gabungan pict Pinterest.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan