Kata Maaf Untuk Ibu

Kata Maaf Untuk Ibu

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 25, 2020
Menceritakan tentang kisah anak yang selalu membangkang kepada ibunya, dan selalu tidak patuh dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut ibunya, ya dialah Zahra Myla gadis yang selalu membuat ibunya berulang kali meneteskan air mata. Walaupun sikap anak gadisnya begitu sang ibu tetap sabar dan selalu berdo'a kepada sang kuasa agar anak gadisnya itu segera sadar. --------------------------- Cerita ini bukan hanya untuk semua pembaca yang membaca cerita ini, cerita ini juga untuk pembelajaran bagi saya sendiri agar kita selalu patuh kepada ibu kita maupun orang tua kita.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#8
katrin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JANJI TANPA SUARA
  • ALMA
  • She(r)
  • Janji Yang Harus Kita Tepati Bersama
  • kasih sayang ibu  yang tidak dapat tergantikan
  • umaylah
  • Humaira Az-zahra
  • Always Love [END]
  • aku hanya ingin bahagia
  • Perjodohan Tak Diduga

zayyan tumbuh di rumah besar yang sunyi bukan karena tak ada suara, tapi karena suara yang ada selalu berisi teriakan dan pertengkaran. ayah dan ibunya tidak pernah bercerai, tapi hampir setiap hari adalah perang dingin yang memekakkan di balik wajah datarnya dan sikap acuhnya yang sering di salah artikan, zayyan menyimpan luka : trauma melihat keluarganya perlahan dan sedikit demi sedikit menjadi bangunan hancur Zahira berbeda. ia hampir tak pernah bicara, bukan karena tidak bisa, tapi karena takut. dulu ketika kecil, ia pernah di culik oleh pamannya sendiri karena mempunyai kemampuan melihat sosok gaib. ia tumbuh sebagai gadis yang pemalu, tertutup dan penuh kecemasan. ia merasa lebih nyaman di balik buku gambar dan menuliskan diary dari pada di antara keramaian ketika dua jiwa penuh luka bertemu, tak ada janji yang di buat. hanya tatapan yang saling mengenali rasa sakit. tanpa suara,tanpa tuntunan mereka mulai belajar : bahwa terkadang, yang paling menyembuhkan bukan kata - kata, tapi keberadaan yang jujur dan sederhana janji tanpa suara adalah kisah tentang trauma yang diwariskan dalam diam, tentang keberanian untuk mempercayai lagi, dan tentang cinta yang tumbuh perlahan bukan untuk menyempurnakan, tapi untuk saling menerima kekurangan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan