Apa yang akan terjadi jika cewek songong seperti Aluna Vianka Putri yang jadi idola disekolahnya dipertemukan dengan Rangga Noval Dika si cowok kutu buku.
Rangga yang diam-diam menaruh hati untuk Aluna, harus menerima pahitnya penolakan dari Aluna.
🎀🎀🎀
Rangga menatap gadis didepannya dengan senyum dibibirnya.
"Lun, Lo itu sama seperti langit. Indah untuk dipandang, namun terlalu tinggi buat gue gapai"
Aluna memutar bola matanya malas.
"Kalau gue langit, berarti lo Bumi"
Rangga menatap Aluna dengan kernyitan didahinya.
"Maksudnya?"
Aluna menatap Rangga dengan tersenyum miring.
"Langit dan Bumi itu berdampingan, tapi gak akan pernah bersatu. Lo tau kenapa?"
Rangga menggelengkan kepalanya tak mengerti maksud Aluna.
"Karna kalau langit dan bumi bersatu, maka mereka akan hancur. Sama seperti gue sama lo!,"
"Gak akan pernah bersatu."sambung Aluna, lalu pergi meninggalkan Rangga.
Rangga menatap kepergian Aluna dengan hati yang teriris, ia menghembuskan nafasnya kasar.
"Akan aku pastikan kamu berjalan mengelilingiku, sama seperti bumi berputar mengelilingi matahari"teriak Rangga membuat langkah Aluna berhenti.
Aluna menoleh kearah Rangga.
"Jangan harap lo bisa"Aluna tersenyum sinis, lalu melanjutkan kembali langkahnya.
"ALUNA"teriak Rangga membuat Aluna menghembuskan nafasnya kasar, dan berbalik kearah Rangga.
"Ck.. apa ?"Aluna berdecak kesal, membuat Rangga tersenyum.
Rangga berjalan mendekati Aluna, lalu membungkukkan badannya sedikit pada telinga Aluna.
"Awas jatuh cinta"bisik Rangga tepat ditelinga Aluna.
🎀🎀🎀
"Kamu tidak menyadari jika aku sangat mencintaimu."-Rangga Noval Dika
Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama...
"Cepet buka mulut lo! " pinta Alam.
"Gak,"
"Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya.
"Iya-iya,"
Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak.
Uhukk...uhukk...
Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum.
"Minum-minum,"
1 menit kemudian...
"Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk.
"Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai.
Happy Reading