Story cover for Satu Kata by Adehalenpeb
Satu Kata
  • WpView
    MGA BUMASA 133
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 133
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Nov 14, 2019
Inilah aku penikmat hidup dengan mengikhlas kan semua takdir yang sedang berjalan.

Ketika hujan memutuskan menyapa lalu bergegas turun, diriku meneduhkan lahir, batin, dan pikiran ini di kafe langganan.

Hati ini terpukau oleh ciptaan Tuhan, dengan ketidak sengajaan hanya gara-gara sebuah pena.

Mata ini terpukau oleh keindahan yang begitu syar'i, kemudian dalam sedetik seperti berjam-jam lamanya.

Tidak di sangka-sangka aku tertarik olehnya, "dhuak" kepalaku terbentur begitu keras ke meja yang ada di hadapanku. 

Setelah itu...
All Rights Reserved
Sign up to add Satu Kata to your library and receive updates
o
#22satukata
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
C ni IniAku-BukanKamu
27 parte Kumpleto
"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Izinkan Aku Memilih Takdirku cover
THIS YOU!!? cover
Saat Dunia Fana Berskenario cover
Live or Die [END] cover
C cover
KAIFA HALUKI?? cover
Meneroka Jiwa 2 cover
Sunflower cover
The story of rain [END] cover
Detak Terakhir cover

Izinkan Aku Memilih Takdirku

18 parte Kumpleto Mature

Inilah kisahku.... Kisah dimana diisi dengan tawa, bahagia, luka, dan juga tangis dari setiap tokoh yang terlibat dalam sebuah takdir. Kisah asmara yang tak sepenuhnya berpihak kepadaku, membuatku ingin menentukan sendiri TAKDIRKU !!!