ADZIVA

ADZIVA

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
Mungkin inilah yang terbaik untukku. Sekeras apapun aku menolak, jika memang dia takdirku maka dia akan tetap datang. Sebelumnya, aku sempat memutuskan untuk menunggunya dalam sabar dan doa. Namun, saat akad terucap hati ini berubah tak karuan. Nyatanya, Allah lah pemilik hati ini. Allah yang Maha Mengendalikan hati semua hambanya. Dan karena Allah juga akhirnya aku memutuskan untuk ikhlas menerimamu dan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. ~Adziva Unaiyya~ Sudah lama aku memperhatikan dirinya. Dirinya yang ceria namun terlihat menyimpan luka. Entah karena masalah dengan orang lain atau yang lainnya. Aku tak bisa menebak. Hanya saja ada rasa penasaran untuk lebih mengenalnya. Mungkin lebih dari sekedar penasaran. Hingga suatu waktu aku ingin memastikan bahwa ini bukan nafsu semata. Apalagi hanya berniat untuk mempermainkannya. Istikharah aku lakukan. Aku beri waktu selama satu bulan karena takut keliru akan perasaan ini. Dan jawabannya tetap sama. Dialah yang aku inginkan untuk mendampingiku hingga ke jannah Nya, beribadah dalam sebuah ikatan halal, juga menjadi ibu yang mendidik anak-anakku kelak. Bismillah.. Semoga Allah meridhai semuanya. ~Muhammad Fatir Ash-Shidiq~
All Rights Reserved
#156
taaruf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Hati dan Iman ✅
  • She Is not Cleopatra
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • Akhirnya Aku Menikah (Revisi)
  • Cinta Dalam Diam [DI TERBITKAN]
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]

"Cinta... Satu kata yang memiliki banyak makna. Apakah itu yang aku rasakan saat bersama denganmu....?? Jawabannya adalah entahlah... Karna yang aku ketahui, cinta pada selain-Nya adalah menyakitkan." _Asma Aqila Adzkiya_ "Jika kamu bertanya apakah aku mencintaimu...?? Maka jawabannya adalah tidak. Karena cintaku hanya untuk Rabb-ku, dan cinta pada selainnya adalah buta. Namun, aku mencintaimu karena kamu adalah separuh imanku. Jadi jika aku menyakitimu, maka saat itu juga aku mencederai imanku." _Arfan Zahir Ubaid_ . . . Cerita ini mengisahkan tentang seorang akhwat sholehah yang cintanya dilambungkan oleh sahabat SMA kakaknya sendiri. Dilambungkan di tengah penantian tak berujung, membuat Aqila tak percaya akan apa itu namanya cinta. Hingga akhirnya dia memilih untuk mengabdikan dirinya di salah satu panti asuhan. Namun, siapa yang menyangka jika di Pondok An Najah inilah dia akan membuka lembaran kelam di masalalu yang juga akan membuka sakitnya luka lama. Bahkan orang yang menjadi pahlawan dimasa lalunya kini justru membencinya. Orang yang dia ketahui memiliki kasih sayang, akhlak dan kepribadian yang lemah lembut, justru memilih cinta buta dan mengabaikan getaran yang ada di benaknya. Disinilah kisah itu dimulai. Hujatan, hinaan, pengkhianatan dan kesakitan datang silih berganti. Hingga takdir Allah yang menjadi akhir dari perjalanan hidupnya. Akankah Aqila berjodoh dengan masalalunya...? Ataukah takdir Allah yang mengasihinya...? . . . . . Penasaran dengan kisahnya...? Yuk, baca ceritanya dari awal ya...!! Terima kasih dan selamat membaca...!!? 31-12-17

More details
WpActionLinkContent Guidelines