Grab My Hand And Let's Happy

Grab My Hand And Let's Happy

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 19, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini tentang Radeesya, perempuan dengan sejuta pengalaman pahit dan rasa sakit. Ia merasakan sakitnya penghiatan, kehilangan, dan ketidakterimaan oleh orang yang ia cintai. *** Happy reading :')
All Rights Reserved
#276
newyork
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • You are my love
  • Narasi patah hati
  • I HATE YOU BUT I LOVE YOU (END)
  • Bad to Beautiful (First Love)✔
  • Takdir Dua Hati | END ✓
  • Save Us (Tersedia di play store)
  • Jangan Bilang Cinta
  • RADAR KEMBALI [SELESAI]

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines