It's Called Heart Rhythm

It's Called Heart Rhythm

  • WpView
    Membaca 1,115
  • WpVote
    Vote 140
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Sep 12, 2020
"Everything was fine, until we knew each other" ☀️ ☀️ ☀️ "Udah berapa lama?" Tanyanya sambil bangkit dari duduknya, "Maaf, saya baru bisa bilang," Jawab lawan bicaranya sambil tertunduk lesu. "Setidaknya kalian bis-enggak. Setidaknya kamu. Kamu bisa kasih tau aku." Nadanya pun berubah, menjadi haru dan dingin seolah menuntut penjelasan lebih. "Kamu gak akan terima. Dan kamu gak akan bisa bertahan lebih lama lagi kalau kita harus perdebatin masalah itu," Jelasnya, "Hey, setidaknya salah satu bagian dari dia akan tetap terjaga untuk hidup. Kita hanya harus belajar merelakan..." tutur seorang pria yang sedari tadi duduk menyimak percakapan mereka. "I know, I'm sorry" "It's okay, kita tahu apa yang kamu rasain" Setelah percakapan itu, semua tidak langsung berjalan dengan normal kembali. Mereka memilih untuk menjaga jarak satu sama lain, hingga waktu akan mengembalikan mereka seperti semula, tanpa adanya satu orang lagi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#989
kembar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I'm okay (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Semu [Completed]
  • CLOSER
  • About Time
  • HAFI & NABILA [REVISI]
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • REVANO UNTUK REVA
  • Another Goodbye (The Other Side 2)

Orang tuanya selalu bertengkar, tak ada yang bisa ia lakukan selain berusaha meyakinkan diri bahwa keluarganya akan baik-baik saja. Pertengkaran adalah hal wajar dalam rumah tangga. Tumbuh gadis itu berdampingan dengan rasa sakit. Hingga tiba pada satu kejadian, Caramel terpaksa harus mengantarkan surat cinta milik sahabatnya, alih-alih sudah benar, ternyata surat itu salah alamat. Berujung pada benih-benih cinta antara Caramel dengan si penerima surat tadi. Namun, keadaan tak semulus yang dibayangkan kala keduanya semakin dekat, Caramel justru terbayang adegan mengerikan kala kedua orang tuanya yang saling mencintai justru berujung saling menyakiti. Caramel trauma dengan Cinta. Juga tak percaya dengan sebuah hubungan. "I don't believe in a relationship." - Caramel. Note : Di beberapa chapter awal, cerita ini tidak ada kisha romansa sama sekali. Author ingin menceritakan bagaimana sakitnya tokoh Caramel. Setelahnya, baru author ciptakan adegan manis guna menunjukkan bahwa roda kehidupan itu berputar. Cerita ini dibuat semata-mata hanya untuk menyalurkan hobi dan imajinasi. Start : 16-04-22 End : 21-10-22 Rank : # 1 in overthinking [31-08-22] # 1 in brokenhome [26-10-22] # 1 in pelajaran hidup [30-10-22] # 1 in insecure [11-11-22] # 4 in cinta beda agama [10-11-22]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan