It's Called Heart Rhythm

It's Called Heart Rhythm

  • WpView
    Reads 1,115
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2020
"Everything was fine, until we knew each other" ☀️ ☀️ ☀️ "Udah berapa lama?" Tanyanya sambil bangkit dari duduknya, "Maaf, saya baru bisa bilang," Jawab lawan bicaranya sambil tertunduk lesu. "Setidaknya kalian bis-enggak. Setidaknya kamu. Kamu bisa kasih tau aku." Nadanya pun berubah, menjadi haru dan dingin seolah menuntut penjelasan lebih. "Kamu gak akan terima. Dan kamu gak akan bisa bertahan lebih lama lagi kalau kita harus perdebatin masalah itu," Jelasnya, "Hey, setidaknya salah satu bagian dari dia akan tetap terjaga untuk hidup. Kita hanya harus belajar merelakan..." tutur seorang pria yang sedari tadi duduk menyimak percakapan mereka. "I know, I'm sorry" "It's okay, kita tahu apa yang kamu rasain" Setelah percakapan itu, semua tidak langsung berjalan dengan normal kembali. Mereka memilih untuk menjaga jarak satu sama lain, hingga waktu akan mengembalikan mereka seperti semula, tanpa adanya satu orang lagi.
All Rights Reserved
#44
auristela
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semu [Completed]
  • Let Me Love You Longer
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • I'm okay (END)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Remember?
  • FIZYA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • About Time
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

More details
WpActionLinkContent Guidelines