"Everything was fine, until we knew each other"
☀️ ☀️ ☀️
"Udah berapa lama?" Tanyanya sambil bangkit dari duduknya,
"Maaf, saya baru bisa bilang," Jawab lawan bicaranya sambil tertunduk lesu.
"Setidaknya kalian bis-enggak. Setidaknya kamu. Kamu bisa kasih tau aku." Nadanya pun berubah, menjadi haru dan dingin seolah menuntut penjelasan lebih.
"Kamu gak akan terima. Dan kamu gak akan bisa bertahan lebih lama lagi kalau kita harus perdebatin masalah itu," Jelasnya,
"Hey, setidaknya salah satu bagian dari dia akan tetap terjaga untuk hidup. Kita hanya harus belajar merelakan..." tutur seorang pria yang sedari tadi duduk menyimak percakapan mereka.
"I know, I'm sorry"
"It's okay, kita tahu apa yang kamu rasain"
Setelah percakapan itu, semua tidak langsung berjalan dengan normal kembali. Mereka memilih untuk menjaga jarak satu sama lain, hingga waktu akan mengembalikan mereka seperti semula, tanpa adanya satu orang lagi.
Semua orang itu punya masa lalu, baik itu tersimpan sebagai kenangan atau justru rasa sakit yang tak terlupakan. Namun, bagi Revano Giantara masa lalu yang ia rasakan merupakan sebuah kehancuran yang membawanya pada kegelapan tanpa cahaya sedikitpun di dalamnya. Ia tersesat tak tentu arah.
Revano tidak memiliki tujuan hidupnya di dunia ini apa? Sampai akhirnya ia bertemu dengan sosok gadis yang menjadi penyelamat hidupnya. Gadis yang menjadi obat atas kesembuhannya dari luka masa lalu, gadis yang berhasil merubah arah pandanganya di dunia ini.
"Gak selamanya kehidupan itu isinya hal-hal buruk aja. Tapi, ada hal-hal menyenabgkan yang bisa buat kamu bahagia. Itu semua tergantung cara pandang kamu terhadap dunia seperti apa."
"Tujuan kamu hidup untuk apa?" lanjut Reva bertanya.
"Gue gak punya tujuan hidup," jawab Revan membuat Reva tertawa.
"Kamu aja gak punya tujuan hidup. Terus, kamu udah bilang kalo hidup itu isinya penderitaan?" Revan mernyengit bingung.
"Coba kamu cari dulu tujuan hidup kamu itu apa? Percaya deh, setelah kamu udah nemuin tujuan kamu hidup itu untuk apa. Kamu bakal ngerasain hal-hal menyenangkan yang bisa buat kamu bahagia meskipun itu dengan cara sederhana." Revan termenung mendengar perkataan gadis yang duduk di sampingnya itu.
Revano Giantara yang tadinya tidak memiliki tujuan hidup. Berubah menjadi, Revano Giantara yang memiliki tujuan hidup di dunia ini. Yaitu, Reva Gissela. Hal-hal menyenangkan yang bisa membuat kita bahagia, yang diucapkan gadis itu kini dirasakan olehnya. Saat berdekatan dengan Reva membuat Revan meraskaan sensasi aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Mengenal Reva, membuat Revan mempunyai keinginan untuk selalu membuat gadis itu bahagia.
Revano dan Reva terikat dalam sebuah hubungan asmara selama hampir dua tahun. Hubungan asmara yang membuat siapapun iri, dalam sekejap hancur. Hanya karena satu keegoisan membuat kedua hati itu terluka.