Terjebak Nostalgia

Terjebak Nostalgia

  • WpView
    reads 16
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd vri, nov. 15, 2019
Alda Mayra Wijaya Seorang gadis yang sudah membuang jauh-jauh semua harapannya dengan seseorang , namun menguak ketika dipertemukan kembali dengan masa lalunya. Apakah Ara akan berpaling ataukah tetap konsisten pada pendiriannya. Rayhan Al furqan seorang pemuda yang mapan dalam karier yang tak bisa diragukan lagi,sholeh,cuek terhadap perempuan ,peduli sesama, dan yang pasti jadi idaman para wanita. Namun dibalik itu semua tidak ada yang tahu bahwa Ray mempunyai masa lalu yang membuatnya susah berdekatan dengan wanita. So, apakah akan ada sosok wanita yang bisa menaklukkan hati seorang Ray.
Alle rechten voorbehouden
#2
umat
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Di Sepertiga Malamku
  • Aqsanna
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • WISHES.
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Halaqah Rasa

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen