Aku Harus Belajar Untuk Mendewasakan, Bukan Mendewakan Rasaku...
Memikirkanmu adalah hal yang tak bisa aku hindari. sejauh apapun aku membuang bayangmu, sekuat apapun aku berusaha menyibukkan diriku, pasti selalu ada masa, selalu ada waktu di mana bayangmu kembali masuk ke dalam pikiranku. Semuanya berawal ketika aku memutuskan untuk menjadi anggota BEM Unversitas. Meskipun pertemuan kita telah terjadi sebelum itu, namun entahlah keputusanku untuk menjadi anggota BEM adalah pilihan yang tepat atau bukan.
Aku memutuskan untuk masuk BEM murni karena aku ingin belajar. Tak ada alasan lain yang terpikirkan selain belajar. Tak pernah terpikirkan aku akan jatuh hati dengan seseorang yang berada dalam satu lingkup organisasi denganku. Meskipun beberapa bulan sebelumnya aku sempat baper setelah membaca cerita seorang junior yang jatuh hati dengan seniornya, tapi aku tak pernah berpikiran bahwa aku juga akan mengalami perasaan yang sama. Hingga akhirnya, rasa itu mulai tumbuh dan semakin bertumbuh. Tapi ini juga menyangkut profesionalitas dalam organisasi. Meskipun tak ada larangan untuk berpacaran dalam satu organisasi, tapi aku harus belajar untuk mendewasakan, bukan malah mendewakan rasaku. Mungkin ini juga merupakan salah satu tahap pembelajaran yang aku dapatkan di BEM, anggap saja begitu.
~Adara Alexandra Johnson
Elliot Jensen and Elliot Fintry have a lot in common. They share the same name, the same house, the same school, oh and they hate each other but, as they will quickly learn, there is a fine line between love and hate.