Lukisan pada nada- nada Senja

Lukisan pada nada- nada Senja

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 31, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Di sore itu sang senja berubah sendu, Kau pergi tanpa kata. Iris coklat hangatku menerawang ke angkasa, Mega bergantung diatas sana. Dan langit, bergemuruh.. Menampakan kelabu yang tak rela melepas mu begitu saja. Sekarang, Aku ingin bertanya.. Kalau aku rindu, aku harus apa? - s e n j a - {Written by Lucia Van Vica ; ©️Nov 2019}
All Rights Reserved
#430
lifestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Langitnya
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Langit dan Lukanya
  • Senandika Untuk Asa | Hamada Asahi [✔]
  • Untuk Kamu, Riz #1
  • Dirgantara
  • Senja Kaylara [ END ]

Di balik senja yang menggemaskan, ada rasa yang tersirat. Rasa tidak karuan. Rasa yang belum tersampaikan. Dalam hidup ini pasti akan ada yang datang dan pergi. Akan ada yang datang membawa angan atau bahkan pergi meninggalkan sayatan. Dan dia, dia punya peran. Entah tinggal dalam harapan, atau hilang bersama kenangan. "Senja memang indah, tapi kamu, jauh lebih indah dari hanya sekedar senja. Dan aku amat menyukai senja, tapi kamu, lebih dari hanya sekedar aku sukai." - Aro. "Saat hujan terus-menerus turun, akan terjadi genangan air di tanah tempat kau berdiri. Atau saat aku melihat langit, mungkin leherku akan terasa nyeri. Apakah saat aku terus-menerus mencoba berjuang bersamamu, akan ada genangan cinta dan luka di hatiku?" - Tasya. Atas nama senja aku sampaikan. Untuk seseorang yang pernah memperjuangkan, dari seseorang yang diperjuangkan. Aku Senja, ruang teduhmu dari masa depan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines