Lukisan pada nada- nada Senja

Lukisan pada nada- nada Senja

  • WpView
    Leituras 189
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, dez 31, 2019
Di sore itu sang senja berubah sendu, Kau pergi tanpa kata. Iris coklat hangatku menerawang ke angkasa, Mega bergantung diatas sana. Dan langit, bergemuruh.. Menampakan kelabu yang tak rela melepas mu begitu saja. Sekarang, Aku ingin bertanya.. Kalau aku rindu, aku harus apa? - s e n j a - {Written by Lucia Van Vica ; ©️Nov 2019}
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Dirgantara
  • LAKUNA
  • Untuk Kamu, Riz #1
  • Senandika Untuk Asa | Hamada Asahi [✔]
  • Langit.
  • Senja dan Langitnya

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo