Tuntunan Gaya Hidup Ala Kang Hyewon

Tuntunan Gaya Hidup Ala Kang Hyewon

  • WpView
    GELESEN 24,905
  • WpVote
    Stimmen 3,050
  • WpPart
    Teile 59
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Jan. 13, 2023
Kisah mengenai bagaimana Kang Hyewon menjalani hidupnya yang "sederhana". Ia bahkan menjadi panutan bagi si anak baru, Kim Minju. "Selamat datang di kehidupan ala Kang Hyewon!" sambut gadis cantik itu pada gadis cantik yang lebih muda di hadapannya. Gadis cantik yang lebih muda 2 tahun darinya tersebut hanya mampu terdiam karena terkejut. Setelah terdiam selama 10 detik barulah ia bereaksi. "Be.. benarkah ini tempat tinggalmu??" tanyanya tidak percaya. Kedua bola mata bulatnya terus mengamati keadaan kamar sepetak tersebut. "Sudah kukatakan, tidak ada yang gratis di dunia ini, dibutuhkan usaha dan kerja keras jika kau ingin mendapatkan hal yang kau inginkan. Maksudku, mulai hari ini, kau harus membiasakan dirimu, Nona Muda! Oh, tidak! Mantan-Nona-Muda."
Alle Rechte vorbehalten
#40
minmin
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Black Out III
  • Cegil Komplek [00L]
  • No Longer Mate
  • Crush (TREASURE) [Completed]
  • Mean of Love [ML]
  • My Dandelion - Reader x Min YoonGi Fanfiction [Slow Update]
  • New Universe : Transmigration
  • [✓] Musuh Kampretku • YoonHun
  • Be Mine

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien