Pasar Setan Gunung Arjuno

Pasar Setan Gunung Arjuno

  • WpView
    LECTURES 903
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., nov. 12, 2020
"Gunung Arjuno itu sakral, Mas," kata perempuan itu lagi. "Tempat keramat gitulah. Jadi sampean jangan lupa berdoa sebelum mendaki. Jangan bicara sembarang. Harus sopan, dan ikuti peraturan daerah setempat, Mas. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung," sambungnya memberi pesan. "Iya, Bu, makasih," sahut Jaya. Sedangkan Badri hanya mengangguk paham sambil tersenyum. Sementara itu, Rafli yang sejak tadi menyimak cerita perempuan tersebut membuat perasaannya kembali tidak enak. Dia teringat dengan mimpinya yang didatangi makhluk besar pewayangan. Dia heran, kenapa semua mimpi-mimpi itu masih teringat jelas dalam benaknya? Kenapa mimpi-mimpi buruk yang biasanya masuk ke ingatan jangka pendek, tapi kini malah masuk ke ingatan jangka panjang? Jangan-jangan tokoh pewayangan itu adalah Arjuna atau Eyang Semar yang memperingatkanku agar gak mendaki Gunung Arjuno? Rafli membatin dengan perasaan yang sungguh khawatir.
Tous Droits Réservés
#261
ghost
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Lembah Arunika
  • Masuk Ke Dalam Novel ( END )
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Kutukan Tumbal
  • Semesta Adara (TAMAT)
  • Di 1726 Mdpl
  • Nightfall
  • Warisan Gandari
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu