Peta Hilang

Peta Hilang

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup memang tidak selamanya indah, sering kali "haduh" di setiap episode. Begitu pula dengan suasana hati, kebahagiaan hari ini tidak akan menjamin "haha" di petang nanti. Mungkin hal kecil yang kau anggap petaka kemarin adalah perwujudan "dih" yang tak sengaja terlontar satu pekan sebelumnya. Pun sebaliknya, jika kamu besok beruntung bisa jadi itu hasil dari "semoga" yang khidmat kala itu. Tentukan jalanmu sendiri, peta tidak menyediakan jalur mencari jati diri. Aku Nubia Agasreta, aku cantik, aku pintar, tapi kurang cerdik dalam memanipulasi. Kisah ini akan membuatmu bingung harus bagaimana, aku terluka, tapi aku juga bahagia.
All Rights Reserved
#435
end
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Endless [END]
  • BONANZA [Completed]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Goodbye Angelo βœ”οΈ (Tamat)
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • Something Bitter
  • ARGALAND
  • DISA | broken

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines