Why Destiny Is Playing With Me

Why Destiny Is Playing With Me

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 18, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"lihatlah tunanganmu sekarang sedang bersenang-senang dengan sahabatmu"ucap seseorang itu sembari melihatkan foto dua orang yang sedang berciuman,aku bisa melihatnya bahwa itu adalah dia dan juga sahabatku,aku berusaha sekuat mungkin untuk tidak meneteskan air mata. "maaf anda siapa"ucapku dengan nada serak mungkin karena aku ingin menangis tapi aku menutupinya agar aku tidak terlihat lemah setelah melihat foto-foto itu. "kau tak perlu tau siapa aku,yang terpenting kau akan menikah denganku dan aku akan menghancurkan keluargamu"ucap seseorang itu sembari tersenyum miring. "apa maksud anda,saya tidak mengerti sama sekali dengan ucapan anda"ucapku menahan amarah. aku lihat mama berjalan menghampiriku dan seseorang yang ada disebelahku sembari tersenyum manis,hah 'munafik',tadi memang aku duduknya juga lumayan jauh untuk menghindari semua orang aku muak dengan semua ini,dan saat pembicaraanku dengan seseorang itu terhenti karena mama datang,dia tadi berbicara pelan bukan tapi berbisik-bisik sehingga mama dan papa tidak tau pembicaraanku dan dia,mereka hanya melihat saja kearahku dan seseorang yang ada disebelahku. "dasar pengecut"ucapku dalam hati
All Rights Reserved
#15
tabah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maina & Maxim
  • Cerita Tentang Kita
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Remaja
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • ALVIN (On Going)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • SalFlo

Katanya aku manis. Polos. Bidadari tanpa sayap. Lucu ya, betapa mudah manusia jatuh cinta pada ilusi. Aku cuma belajar satu hal dari hidup: jadi korban itu menyakitkan. Tapi terlihat seperti korban-itu kekuatan. Kau tahu rasanya dipeluk oleh keluarga yang bukan milikmu? Dicintai, dimanja, lalu diam-diam disamakan dengan bayangan yang tak pernah bisa bersinar sendiri? Aku tidak minta dunia ini adil. Aku cuma ingin mematahkannya, seperti mereka mematahkan aku. Dan Maxim? Kakak sempurna yang dulu mengusap rambutku-sekarang kusebut nama dengan gigi terkatup. Dia pikir aku masih gadis kecil yang diam-diam naksir bayangannya. Padahal, sejak dulu aku ingin menghancurkannya, atau membuatnya bertekuk lutut. Tapi tenang, ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dua luka yang tumbuh di tempat yang salah. Aku adalah hasil sampingan dari dunia yang katanya indah. Dan sekarang aku kembali-bukan untuk pulang, tapi untuk menyulut kebakaran terakhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines