Kakak Kelas

Kakak Kelas

  • WpView
    Membaca 382
  • WpVote
    Vote 61
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 27, 2020
"Tapi kok lu bisa tau kalau gua Kakak kelas lu?." Akbar sambil berdiri dan melihat ke arah Amel. "Ya tau lah, karena kan lu tua mukanya" ucap Amel sambil tertawa "Yeh songong lu, kita belum sempat kenalan kan?, My name is Akbar" Sambil menjabarkan tangan. Tetapi Amel tidak ikut menjabarkan tangan ke Akbar. "Sorry kak, Belum mukhrim, nama gua Amel" Sambil menunggu hujan reda Amel dan Akbar saling berbincang seperti seorang teman yang sudah dekat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#362
gembira
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • REINA
  • FIRST YOU AND ONLY YOU
  • Turning Up
  • Love & Enemy
  • Hidden love At School
  • RENJANA
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • If I Don't Hurt You (END)

Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud meniru (15+) Hai tems, yuk pahami sekilas sebelum baca Tiap partnya sedang-sedang saja, cerita gak sepanjang itu dan gak sesingkat itu, normal-normal aja, menurut saya!!ಥ⌣ಥ(」゚ロ゚)」 SINOPSIS ★★★ Hidup di rantau hanya dengan seorang sepupu, bahkan sama-sama perempuan. Nama kakak sepupu Gua Yuni. Selain Kak Yuni, Gua juga punya sosok kakak yang ganteng alias kakak jadi-jadian selama di rantau, kerap disapa Kak Ari. Kak Ari sangat freindly menurut Gua, kadang kita musuhan kadang kita saling sayang kadang kita saling jahil. "Ini oleh-olehnya kok banyak amat Kak? Kak Ari ke pasar kuliner apa daki gunung nih?" "Banyak tanya kamu Gey." suara Kak Yuni tiba-tiba dari belakang bikin Gua ngelus dada. "Ih Kak Yuni, bikin jantungan mulu ya hari ini. Tiba-tiba teriak-teriak sekarang tiba-tiba muncul." ujar Gua masih kaget. ★★★ Meski di rantau Gua punya sahabat, Gua bukan tipe orang yang freindly, lumayan sukar berteman. "Berasa kuli Gua." teriak Gua pada Fagrel yang sedang mengangkut bambu tiga kali lipat dari Gua. "Biar berotot Lo." balasnya senyum-senyum. ★★★ Dalam cerita ini banyaknya kisah Gua di sekolah, ada kasus masa lalu yang gak Gua duga-duga bisa timbul lagi. "Omorfia." panggil wanita itu lembut. "Apa? Anda tidak pantas menyebut nama itu." amuk Gua menggebu-gebu. "Omor! Jaga bicara kamu! Dia Mama Kamu!" ★★★ Kata orang percuma lari dari masa lalu, mau lari kemana aja gak bakal bisa, karena dunia itu sempit, dimana ada manusia disitu ada masalah dan masalah gak bisa dihindari bukan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan