Pilihlah
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 17, 2021
Bukannya hakikat pilihan untuk dipilih? Mengapa hanya berterus terang untuk menunggu tanpa ada kepastian? Apa bisa lebih dari sekadar untuk mengutarakan kebingungannya? Seorang perempuan perasa bernama Reci hendak memutuskan suatu hal yang tak pernah bisa ia ungkapkan. Dan melontarkan, apa yang hendak ia butuhkan. Sayangnya, hati dan takdirnya bertolak belakang. Setiap raga yang mendengar suaranya membisu. Karena terlalu dalam ia mencintai seseorang. "Ka, aku milih kamu", ucap Reci tegas. "Terima kasih Ci", dengan penuh kebanggaan Reka tersenyum kepada lawan mainnya, Reki. Dan cerita ini dimulai.
All Rights Reserved
#10
prasangka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Dear Baskara [End]
  • Mustahil Ku Hidup Denganmu
  • Risalah Cinta
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • RAKA
  • Namaku selalu ada di bibirnya , Tapi Aku Tidak Pernah ada di Hatimu [ SELESAI ]
  • DEAR SERA [ENDING]
  • Diary Raka [Selesai]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines