Tempatmu memang di sana, sedang hadirku setenang mungkin. Ternyata kedatanganku menimbulkan rasa keingintahuanmu, waktu berjalan beriringan dengan kamu yang mencari peran, lalu aku?
Rasa yang asing tiba tiba menyusup, kamu bagai air yang dapat meresap bahkan melalui celah-celah kecil. Aku sudah berusaha menepismu menjauh, sekali lagi ada tapi kamu yang misterius bagai magnet.
Tidak pernah menduga kamu hanya singgah, itu kenapa aku bahkan tidak mempersiapkan diri untuk kesakitan yang ternyata menanti. Kamu mungkin juga terluka, dan aku tidak tahu bagaimana kamu mengatasinya. Yang aku tahu, pertemuan berikutnya aku berusaha meyakinkan diri untuk tidak menaruh harap padamu, pada kita!
Caitlin
__________________________________
Kamu datang dan memberi warna di hidup saya yang abu-abu, kamu menebar senyum tulus yang begitu candu untuk saya lihat.
Menarik orang-orang untuk mengenalmu tanpa susah mencari perhatian mereka, kamu memiliki daya tarik tersendiri, orang-orang akan menganggapmu dingin bila tak senyum, tapi ketika kamu senyum mereka dengan mudah tahu bahwa kamu sosok yang hangat.
Tapi mau bagaimanapun ekspresi yang kamu tunjukkan, semua untuk saya adalah candu. Mungkin juga untuk para pengagummu, saya tahu mereka tidak sedikit...
Maafkan saya bila kisah saya dan kamu tak berjalan lancar, saya harus menjauh dengan rasa tak rela. Pasrahkan saja pada takdir kemana dia akan membawa. Entah akan bagaimana nantinya, semoga saja itu berpihak pada kebahagiaan saya juga kamu. Pada kita!
Altezza
_________________________________
Pict : Pinterest
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
45 parts Complete
45 parts
Complete
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim
"Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan
" Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung
" Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut
.
.
"jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu
"makasih kak" jawabku
"tanganmu gapapakan ??"
" nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik
"ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan"
Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku.
.
.
"Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku
" Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar
" Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin.
" APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya
sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??"
Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami.
.
.
Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺
Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏
•••
Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️
Selamat membaca, Enjoyyy !✨
(Rabu, Sabtu 💕)
<3 hysunshinee