We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kita yang Sebatas Pernah

Kita yang Sebatas Pernah

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 17, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsfiksi
_ketika kelak ternyata kita hidup dalam rumah yang berbeda, kunjungi aku sebagai teman baik_ Pertemuan kita tidak teringat jelas di memoriku, begitupun dengan alasan yang menjadikan kita semakin dekat. Ketika itu rasa nyaman yang menjadikan kita bisa menerima perbedaan. Memoriku hanya mengingat bagaimana perbincangan kita yang penuh dengan ego, tidak hanya satu atau dua kali kita berbeda pendapat. Tapi dari sana kita menemukan satu persamaan. Sama-sama sedang mencari dan akhirnya menemukan. Entah apa yang terjadi hingga Aku menerima kehadiranmu. Tetapi kenangan masa lalu masih cukup dalam mengusikku hingga pernyataan untuk hidup bersama terlontar darimu. Kita masih terlalu muda ketika itu, tetapi tekadmu mencoba untuk menyakinkanku. Jika aku terima itikad baikmu ketika itu maka ada prinsip yang harus aku langgar ketika itu. Pacaran. Aku meminta waktu kepadamu ketika itu bukan untuk mengulur waktu atau mengkhianati kesetiaanmu. Aku hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Memikirkan kebaikan bukan hanya untuk aku seorang. Hingga kini, ketika pertanyaan itu kembali dilontarkan aku akan menjawab hal yang sama. Tidak. Lambat laun karena tak kunjung ada kepastian dariku kamu pun mulai menjauh, mengubur jauh-jauh harapan untuk hidup bersama. Aku pun demikian, mencoba melepaskan sebuah harapan. Hingga kini, rasa bersalahku tentangmu masih ada, entah sampai kapan. Kini kudengar keseriusanmu dengan wanita yang dulu sempat bersamamu sebelum aku. Kebersamaanmu dengan dia melebihi batas waktu yang sempat aku berikan kepadamu dulu. Tapi tak mengapa, mungkin ini jalan kita. Aku akan selalu menjadi teman baik untukmu, hingga tidak ada yang perlu untuk disesali. Mungkin hanya kita berempat yang tahu bagaimana perasaan kita masing-masing. Ya, kamu dan pasanganmu serta aku dan pasanganku. Hari Pramuka, 14 Agustus 2019
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE in SILENCE
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • di akhir perang
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Luka & Lara (Completed)
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Broken
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Our Journey To Love

(follow dulu sebelum membaca) "saya berniat mengkhitbah putri bapak." seorang laki-laki yang ia kenal sebagai kakak tingkatnya dikampus tiba-tiba saja datang kerumahnya untuk melamar. bahkan untuk saling bertegur sapa pun mereka tidak pernah, hanya beberapa kali bertemu itupun secara tidak sengaja di area kampus. dengan penuh keberanian, laki-laki berparas tampan dengan tinggi semampai itu menatap lekat pria paruh baya dihadapannya. "kamu mengenal putriku?" laki-laki itu menggeleng. "tujuan saya mengkhitbah putri bapak karena saya ingin berkenalan lebih lanjut dengan putri anda, saya ingin mengenal jauh sebelum saya menikahinya." *** "abang serius?" laki-laki tampan itu sudah merasa muak dengan posisinya yang tidak bisa berbuat apa-apa, sejauh ini ia hanya diam dan sesekali memperhatikan dari jauh. sambil terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, namun ia merasa cukup takut untuk mengungkapkan. bukan, bukan takut atas pengakuannya pada sang wanita. melainkan ia takut rasa sukanya diketahui oleh setan, dan berakhir ia kalah dalam tekadnya untuk tetap menjaga diri dari godaan sebangsa jin. bagaimana kelanjutan, simak cerita ini sampai ending ya!! ig: anggipriskilia [#1wilda 12 mei 2025] [#2fiskiremaja 1 juni 2025] [#3abiyan 12 mei 2025] [#5diam 1 juni 2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines