Living Together

Living Together

  • WpView
    LECTURAS 480
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 7, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"Ngantuk." Lirih Bebby. "Yaudah tidur dong." Ucap Aldeon sembari mengeratkan pelukannya pada tubuh Bebby. Begitu hangat dan nyaman pelukan yang Aldeon berikan. Membuat Bebby dengan cepat terlelap. Hembusan napas Bebby terasa di dada bidang Aldeon yang telanjang. Membangkitkan sisi lain dari Aldeon. Pandangan Aldeon jatuh pada wajah Bebby, cantik dan sangat menggoda. Dikecupnya bibir Bebby sekilas. "Eughh...." Bebby melenguh dalam ketidaksadarannya.
Todos los derechos reservados
#12
bebby
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cuddling Myself
  • AKSENIO
  • Friendship In Love
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • THREAD OF DESTINY
  • SHAKARA (END)
  • Effort 2 [ Completed ]
  • SOLITUDE
  • REVENGE

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido