Rainy Tears [SLOW UP]

Rainy Tears [SLOW UP]

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya sebuah kisah remaja sekolah, dengan cinta monyet dikehidupan mereka. Persahabatan antara 7 orang ini melukis kisah warna-warni pelangi didalam nya. Kadang warna yg indah ini memudar dan timbul hujan deras mengguyur seluruh hati mereka. Masalah yang dibilang spele ini, ternyata menimbulkan banyak ukiran makna yang terkandung. Bagaimana kisah nya?baca dong, hehe LET'S READING🦄🌸 [ ini kisa nyata murni dari author dan dimodifikasi agar lebih santuy membaca nya:) ]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • The Seven Flower
  • Kumpulan Cerpen
  • Grani : Sad story [END]
  • Kenapa Harus R
  • 7 Days
  • Mari Saling Bicara

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines