Pena Hitam (Quote)

Pena Hitam (Quote)

  • WpView
    Membaca 369
  • WpVote
    Vote 23
  • WpPart
    Bab 45
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 24, 2020
Tak bisakah kau berhenti membuatku berharap lebih? * * * * Holaaaaa... Kumpulan quotes buatan author sendiri.. Read.Vote.Comment.Follow Ok? @kdhea.df
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#14
df
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Lost Hope
  • Bertahan Sedikit Lagi✓
  • Keluarga Baru
  • ALZEAN (END)
  • ELBRASTA
  • Quotes Ku
  • Here with me (CH2)
  • MY CICI [END]
  • Pertemuan yang tidak disengaja [ END ]

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan