Story cover for Rain by BerlianaRahmaah
Rain
  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado nov 17, 2019
" Heeii Kamu bisa liat ngga sih ada orang di sini, asal tabrak aja", teriak ku menatap laki-laki yang kira-kira tingginya 179 cm, ya itu tebakan ku saja. 

  " Bantuin kek, kan kamu dah nabrak aku sembarangan. "

  Aku berharap akan seperti cerita-cerita cerita dan film-film tapi kenyataannya, laki-laki tersebut malah berjalan terus tanpa melihat ku yang sedang kesal karenanya. Untung saja disini tidak begitu ramai karena ini masih terlalu pagi untuk jam berangkat sekolah. Dengan susah payah aku mencoba berdiri tidak terlalu sakit tapi, malunya itu walaupun tidak banyak orang.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Rain a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Terjebak dalam Bee'Qu  de QueenHaenuta
15 partes Concluida
Sudah beberpa hari ini aku tak melihat wajahnya. Aku rindu wajahnya yang selalu mengoda imanku. Tempat biasa dia nongkrong juga tak pernah kulihat seminggu ini. Di jalan yang biasa yang kami lalui juga. Di sekolah juga tidak pernah melihatnya. Tapi kak Sesila bilang dia tak absen kok. Atau jangan-jangan karena kejadian itu dia benar-benar menghindariku. Hari ini sama dengan beberapa hari yang lalu. Wajahnya benar menghilang. Aku beranikan pulang dari jalan belakang. Sekalian mengecek apakah dia masih nongkrong di tempat biasa. Tapi nyatanya tidaka ada. Bahkan kantinnya sepi. Aku melenggok lemas. Tapi, pas jalan menurun, kulihat dia ada di depanku. Aku senang bercampur bingung. Dengan wajah datar kulewati dia dengan kak Melkhy. Jarak 2 meter di depannya ada kak Oriz. Saat aku hendak melewati kak Oriz. Tiba-tiba tangannya menahanku. Dia menangkap lenganku. Aku terkejut, dalam hitungan detik tangannya turun dan langsung menyatukan telapak tangannya denga telapak tanganku, serta menggenggamnya erat. "Dek aku suka sama kamu" bisiknya lembut di telingaku. Aku tertegun sejenak. Saat tersadar ku tarik tanganku. Dan aku melongo ke atas. Disana tatapan tak mengenakkan menyambutku. Rasa tak suka terpancar jelas terhias di wajahnya. Sedang kak Melkhy terkejut, sama sepertiku. Sedang kak Oriz ikutan menatap kak Bram. Dan aku pun langsung berlalu. Untung orang yang di depan kami tak menyaksikannya. Mungkin akan menjadi sasaran empuk gosip di sekolah. Aku melanjutkan langkahku dengan cepat. Aku tak peduli telah melewati anak sekolah yang menikmati perjalanannya. Aku tak bisa berpikir akan membuatnya merasa tidak senang. Bukan aku, tapi kak Oriz pelakunya. Kak Oriz pasti tahu alasanku tak senang ketika dia mengatakan semua itu. Yah, dia jelas tahu. Dan itu membuatnya berhenti menggodaku.
Felicity [On Going] de ayudiantta
12 partes Concluida
BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
CEO itu Mantanku cover
One Week Love 1 (completed)  cover
Terjebak dalam Bee'Qu  cover
The Lucky Exo-L cover
Tak Seharusnya cover
My mate is my little friend cover
my bad boy cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
MAHESWARI  (selesai) cover
Felicity [On Going] cover

CEO itu Mantanku

11 partes Concluida Contenido adulto

Setiap mendekati bulan Imlek, cuaca selalu hujan terus. Aku sampai kesal karena setiap hujan akan kesulitan menuju kantin dari ruang kantor ku. "Ah hujan lagi, gede banget lagi" Gumam ku. Aku menoleh kanan kiri untuk mencari payung, tetapi tak ada hasil, sepertinya sudah dipakai oleh pegawai yang lain. Yasudahlah, aku memutuskan untuk terobos hujan saja, toh, daripada aku nunggu hujan berhenti. Keburu waktu istirahat habis. Dengan bermodalkan kedua tangan yang menutupi atas wajah, aku berlari kecil menuju kantin. Namun teledornya aku, ketika tidak sengaja menabrak seseorang yang tingginya 2 kali lipat dari tinggiku. "Eh maaf maaf gak sengaja" Ucapku tanpa menatapnya. "Hati-hati makanya kalau jalan" Suara familiar yang sudah lama tidak pernah aku dengar. Aku mengerutkan dahi, dan mendongak kearahnya. Untung saja pria itu menggunakan payung. Aku langsung terkejut saat melihat seorang pria yang aku tabrak itu adalah mantanku. Namun bukan hanya aku, ia pun sepertinya juga terkejut.