Rasa
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 13, 2022
Tiara Nafisya, panggilannya Tisya. Tisya itu cantik. Tisya itu tinggi. Tisya bodynya bagus. Tisya punya mata yang indah, berbinar setiap kali bicara. Tisya punya hidung sedang, gak mancung, gak pesek juga. Tisya punya lesung pipi di kanan kirinya, kalau senyum menyaingi gula aren, gula pasir, dan saudaranya gula-gula yang lain. Tisya punya bibir yang tipis, dengan deretan gigi yang rapi. Tisya punya kulit seputih susu. Rambutnya hitam, panjang, bergelombang dengan poni yang menjuntai rapi. Pokoknya Tisya itu siswi paling cantik di Pelita High School. Tapi.... Tisya itu 'bego'. ______________ Fahmi Rangga Prasetya. Bintangnya Pelita High School. Paling benci dengan orang bodoh macam Tisya. Sejak awal pertemuan, selalu saja bersikap galak pada Tisya. Tapi, benci dan cinta itu, beda tipis kan? ______________ "Rangga cita-citanya jadi apa?" Tanya Bu Irma, guru TK mereka dulu. "Jadi insinyur Bu. Kaya Papa. Rangga mau buat gedung tinggi dan paling megah di kota ini!" Jawab Rangga menggebu. Seluruh anak bertepuk tangan. Rangga tersnyum bangga. Dagunya diangkat tinggi-tinggi. Bu Irma memujinya dan memberikan semangat beserta doa agar Rangga dapat menggapai impiannya. "Kalau Tisya mau jadi apa?" Bu Irma berganti menanyai Tisya yang sejak tadi merenung. Anak itu bahkan tak ikut bertepuk tangan medengar penuturan luar biasa seorang Rangga Prasetya. "Cita-citaku......" Tisya menggantung kalimatnya. "Tisya pingin jadi istrinya Rangga Bu." Ucapnya dengan mantap. Kemudian nyengir pada Bu Irma. Rangga kemudian menghampiri meja Tisya, memukul anak cantik berkuncir dua itu dengan gulungan buku gambarnya. "Ngimpi!" Teriaknya. Tisya tak kehilangan senyum. Meskipun Rangga sudah memukulnya sekeras itu, Tisya masih menunjukkan wajah baik-baik saja. Seolah pukulan itu tak memberikan efek apapun. Rangga yang masih kesal kembali ke bangkunya sendiri. Melipat tangan dengan wajah songong khas miliknya. ______________
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rangga Sasya
  • ZIA-IE
  • Line of Destiny (TERBIT)
  • RANGGA PUTRA
  • ELGAMA
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Bodo amat, Gue bucin!
  • GHAVARI
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • BEFUDDLES (SELESAI)

"Terus gue harus gimana Sya? Gue kan nggak suka sama Rara Rara itu." Ujar Rangga. Ia memutar bola matanya malas. "Ya tapi seenggaknya lo bersikap baik ke dia." Ucap gadis itu. Rangga mendengus sebal. Terus setiap ketemu Rara ia harus salto gitu? "Gue bisa bersikap baik ke sahabat lo itu." Ucap Rangga setelah mereka lama terdiam. Ah! Akhirnya Rangga menemukan secercah harapan. "Nah gitu kan bisa-" "Asalkan lo jadi pacar gue." Lanjut Rangga memotong ucapan Sasya. "What!" Pekik gadis itu. **** Ini sebuah kisah tentang Rangga, Sasya dan Rara. Disarankan follow terlebih dahulu sebelum membaca:*

More details
WpActionLinkContent Guidelines