Hurt
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Tak bisakah kau menolak perjodohan itu?" Tanya Anna dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. "Maaf Anna, maaf." Pria itu tidak berani menatap wajah Anna. Ia takut semakin merasa bersalah kala melihat wajah sedih kekasihnya, atau mungkin sudah mantan kekasih. Anna berharap ia tidak salah mengambil langkah. "Baiklah, jika memang itu yang terbaik. Aku akan melepasmu." Kemudian Anna berbalik dan pergi dari hadapan si pria, dengan air mata yang perlahan menetes.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • Years Later (Jookyun) ✔✔
  • Komandan Tampanku
  • TAK BERSAMBUT
  • Destiny
  • Mari Berjanji Untuk Tidak Bertemu Kembali
  • Destiny (Tersedia E-book)
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines