RAIN
  • WpView
    Reads 364
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 1, 2019
PROLOG~ Hidup itu indah?.. Sepertinya tidak untuk seorang Della yang malang Masalah datang bertubi - tubi bagai hujan deras yang tak henti - henti,baru kelar masalah yang satu.. eh.. muncul lagi.. selesai yang satu.. datang lagi yang lain... Berkali kali masalah yang datang membuatnya ingin menyerah dengan keadaan,berkali kali mencoba ingin mengakhiri hidupnya.. tapi ada saja yang menghalangi... hu.. sial... Hingga saatnya tiba.. Della malang menemukan arti hidupnya.. Dan belajar dari setiap masalah yang datang kepadanya membuat dirinya menjadi orang yang kuat dan tegar... Karna air yang jatuh ke tanah dari setiap hujan yang ada tidak pernah membenci awan yang telah menjatuhkannya berkali - kali . Sama seperti hidup yang tidak berharga jika kau menyerah..
All Rights Reserved
#907
curahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • [END] Blind Rainbow
  • My Perfect BoyFriend
  • KEYLA
  • Pergi
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Regrets of Love

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines