Battle Cry

Battle Cry

  • WpView
    Membaca 382
  • WpVote
    Vote 32
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 3, 2019
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Sofia Carlson, Gadis yang seumur hidupnya harus menggunakan tabung oksigen. Mengidap Fribiosis Kistik, namun memiliki mimpi menjadi seorang Violinist. Bakat musik yang di turunkan oleh sang Ayah yang merupakan seorang komposer musik di USA. Sofia melalui waktu dan hari yang buruk cita-cita, penyakit, cinta bahkan orangtuanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#61
violin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • VIOLAND [TERBIT]
  • GRAVITASI (💯TAMAT💯)
  • Music is Love
  • BRAJAMUSTI (BxB)
  • I Wish I Met You Before
  • DAY BY DAY [completed]
  • ECHO SOUL
  • Listrik Mati

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan