Mysterious Husband

Mysterious Husband

  • WpView
    Reads 202,502
  • WpVote
    Votes 13,032
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 14, 2021
Aura berbahaya terpancar kuat, berada dekat dengannya jadi agak menakutkan meski pria ini suaminya. Saat memutuskan menikah, Embun sama sekali tidak mengetahui asal usul suaminya yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran. "Dari matamu tadi aku bisa melihat jika banyak pertanyaan di kepalamu tentang aku. Tentang semua bekas luka ini." "Apa kamu gangster? Pengedar narkoba? Tukang pukul? Satpam? Polisi intelegent? Mata-mata?" "Aku hanya suamimu Embun, suami yang belum bisa menjadi suami seutuhnya setelah pernikahan kita yang hampir satu bulan ini." Kata Tiyo. Embun memandang Tiyo. Dia juga memikirkan hal yang sama sejak hari mereka resmi menjadi suami istri. Toh hari itu akan datang juga, tapi Embun adalah gadis pemimpi yang ingin melakukannya di saat dia sudah memiliki perasaan pada pasangannya. Embun mendekatkan wajahnya pada lengan Tiyo dan mengecup lengan itu lalu memandang Tiyo, "Obat dariku, semoga kamu bisa lebih bersabar mas." Tiyo tersenyum lebar mendengar kata kata yang istrinya ucapkan sambil bergumam dalam hati, 'Semoga kamu juga bisa bersabar dan menerima siapa aku sebenarnya,'
All Rights Reserved
#517
enemy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Mamahku Guruku
  • Perfect Love for Imperfect Things (SELESAI)
  • Zeelan ( Menjadi Yang Kedua )
  • Future Perfect
  • • EUTANASIA •
  • Story of SHE (COMPLETE) √
  • Bad Fade
  • Marry The Enemy

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines