You Are My Light

You Are My Light

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog Ketika cinta harus memilih Haruskah aku tetap mencintainya meski hati ini terluka? Haruskah aku meninggalkannya walau aku masih mencintainya walau aku tau aku hanya pelariannya semata? atau haruskah aku kembali kepada cinta masalalu ku atau haruskah aku diam saja menunggu luka ini mengering? Tapi tuhan telah memberiku seseorang yang saat ini berada di sampingku menjadikannya sandaran dan seseorang yang menyemangatiku di saat aku terpuruk, Apakah aku mulai mencintainya? Ya benar aku mencintaimu aku benar-benar mecintaimu Min Yoon Gi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Friend's Zone's
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Mencintai Dalam Diam
  • " Still Love You " - Baekmi Couple
  • Luka & Lara (Completed)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines