Mission Imposible

Mission Imposible

  • WpView
    Reads 450
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 5, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tagszee
Perjalanan untuk menutup luka,dan menutup rapat rapat jatidiri dan cerita masa lalu yang membuatnya trauma. Dibumbui cerita perjalanan baru sebagai agensi ternama diNegaranya yang ss.membawa ia pada titik kebenaran. "Tuhan tidak mengabulkan sesuatu yang kamu minta,tapi tuhan memberi apa yang kamu butuhkan tentu itu yang terbaik." Zee mengulas senyum lega dibibirnya. "Berhenti dengarkan penilaian buruk,berhenti asumsi opini negatif. Jadilah air yang mengalir,tenang,jernih dan jadilah banjir yang menerjal semua penghalang hidup mu." Lelaki dikursi roda yang mulai mengutarakan pemikiranya setelah lama membisu karna depresi. #dukung aku ya untuk selesaiin cerita yang sama sekali ga aku pikirkn..semua ngalir. Yang pnting kebenang merah hiya kan gaess😂maaf ya kalo ngebosenin selamat membaca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • CINTA TAK SEARAH
  • ALZEA
  • Akhir Penantian Diujung Senja
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Camellia Secret Red

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines