We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
One Biggest Lie

One Biggest Lie

  • WpView
    Reads 515
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2020
WpInfo
Fiction
Mystery
Ini hidup ku. Dikelilingi cairan merah kental juga benda benda tajam. Seruan nafsu mengiringi setiap langkah, manik tajam tak pernah berhenti untuk menelisik. Mencari sesuatu yg dapat memuaskan gelora yg selalu menghentak batin hingga membuat jantung berdebar. Memutar otak agar bisa memiliki apa yg diinginkan, memenuhi keinginan hasrat yg tak pernah berhenti mununtut. Melampiaskan semua rasa sakit melalui apa yg dilakukan. Setelah semua yg dilakukan, apakah semua akan kembali normal? Tentu tidak, malah nafsu yg menguasai diri menjadi seseorang yg seseorang pun tak ingin berada diposisi itu. Dimana jiwa terbelah dua, disanalah aku terlahir. Seseorang yg menjadi bayanganku dan bersembunyi lalu menyalahkanku dlm perbuatan yg tak kulakukan. Dan saat itu juga mereka menguasaiku.ni
All Rights Reserved
#91
psychopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Tentang Kita
  • Cempaka Terakhir ✔
  • No Time To Die
  • ngger adalah vandyku
  • I Was Born Sick [End]
  • Everything
  • Ad Meliora || END✓

Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi. Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu. Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku. Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani. Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa? Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara. Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu. Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani. Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan. Seperti menerima keadaanku sendiri . Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir. . . . . . . Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis. Selamat membaca guys...

More details
WpActionLinkContent Guidelines