Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
My Silence My Love

My Silence My Love

  • WpView
    LECTURAS 79
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 20, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Kamu tidak perlu membalas.... Karena memang rasa ini tidaklah pantas untuk kau balas.... Aku sadar siapa diriku Aku sadar siapa kamu Kamu, yang hanyalah sebuah angan Kamu, yang sulit untuk digapai Dan kamu yang mustahil untuk disentuh Aku hanya bisa diam Aku hanya bisa bungkam Aku hanya bisa menyembunyikan Aku yang hanya bisa merahasiakan Cukup diam dan selalu diam, maafkan aku yang sudah lancang mencintaimu. Cukup diamku yang tahu seberapa besar cintaku padamu. "Woi ngapain lo heh, nguping, budek ya kok gak jawab hmm !" Alesya meneguk salivanya susah payah, karena ia baru saja dibentak sang Ketua OSIS. "Ng.... nggak kok kak, aku tadi cuma lewat, terus lihat kalian bertengkar. Aku janji gak bakalan ember kok kak." "Halah bacot lo, pokoknya gue nggak percaya. Gue bakalan percaya sama ucapan lo, kalau lo mau ikut gue balapan nanti malam. Jangan GR dulu ya, gue ngajak Lo balapan karena Lo yang tau soal permasalahan gue dan semata-mata buat ngelindungin Aleta doang." Semenjak aku tahu rahasianya, hidupku menjadi berubah, semuanya tidak sesuai rencana.
Todos los derechos reservados
#871
fiksiilmiah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • My Friend Is My Strength
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Silent Heart!
  • THE CLIMB [Completed]
  • My Little Monster - Completed
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Hurt Love
  • RANNA

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido