Story cover for Self Reminder by Alyahkarim
Self Reminder
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 19, 2019
Kalian tahu,bagaimana hakikat hujan??
Hujan itu selalu turun diikuti dgn gemuruh..
Hujan itu selalu turun membawa angin..
Hujan itu selalu turun menyejukkan hati..
Lantas,mengapa banyak diantara kita merasa hujan sebagai suatu rahmat Tuhan yg dapat membuat flashback tetang "dia" di ingatan kita??
Rasa ini disebut "Rindu"..
Lantas..
Seberapa lama kau bisa bertahan jika rindumu tak kunjung terbalaskan??
Apakah kalian akan menyerah di tengah jalan??

*Note:Cintailah diri sendiri sebwlum mencintai orang lain..
Kagumlah pada Allah SWT atas segala ciptaannya yg tiada tara di atas permukaan dunia yg luas ini..
Sadarkah kalian??
Kalian lebih mengagumi dan mencintai makhluk ciotaan Allah swt.dibanding dgn sang Penciptanya sendiri??
Wahai kalian..
Perbuatlah amalan baik kalian..
Sesungguhnya,itulah yg akan membuat kalian lebih bahagia suatu saat nanti..

*Assalamualaikum readers..
Kalau ada waktu,mampir yh..
Isinya hanya berisi ungkapan kata2 hati author saja..
Author akan merasa terhormat jika kalian menyukai story yg satu ini..
Maaf bila ada salah kata..
Wassalamualaikum..
^-^ ^-^ ^-^
-AFK- ^-^
All Rights Reserved
Sign up to add Self Reminder to your library and receive updates
or
#315mutiara
Content Guidelines
You may also like
Jangan Datang Hujan (TERBIT) by ElZaziroh
63 parts Complete
[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] Arkiya Casliana Brawijaya seorang gadis yang membenci hujan. Ketika hujan datang ia akan selalu mengingat di mana ia mengalami kecelakaan tragis bersama ibunya. Ia selalu bertanya pada dirinya kenapa ia juga tidak ikut mati bersama ibunya waktu itu? Kenapa hanya ia yang hidup? Kenapa tuhan tak mengambil nyawan nya juga? Ibunya bilang hujan sangat baik. Walaupun ia jatuh berkali-kali dan merasakan sakit ia tak pernah menyerah dalam membasahi bumi agar selalu sejuk Namun nyatanya hujan tak sebaik yang ibunya katakan, kala hujan membuat orang bahagia hujan Malah meninggalkan bekas yang paling dalam di hatinya Sampai ia di pertemukan dengan seorang lelaki, lelaki yang mengubah seluruh hidupnya. Lelaki yang membuat ia sadar bahwa dunia akan selalu berputar walaupun kita terus terjebak dalam bayang-bayang masa lalu Dia yang mengajarkan bahwa hidup bukan sebuah penyesalan Dia yang mengajarkan bahwa rasa sakit bukan lah sebuah alasan untuk kita mengubah jati diri kita Dia Rayhan Rafasya Irsyad laki-laki yang membuat nya sadar bahwa di dunia ini bukan hanya ia yang kehilangan namun masih banyak orang yang sama seperti nya Maka di sinilah jalan kisah ku di mulai, jalan kisah kami. Kisahku dan Rayha ~°~°~ Highest rank # 2 in sakitmental (16/04) Highest rank # 3 in hujan (16/04) Highest rank # 2 in romanse (18/04) Highest rank # 2 in hujan (18/04) Highest rank # 1 in sakitmental (18/04) Highest rank # 1 in hujan (05/05) Highest rank # 3 in gengmotor (05/05) Highest rank # 1 in acak (29/06) Highest rank # 1 in fanfiction (29/06) Highest rank # 1 in playboy (01/07) Star : 13 April End : - 🚫NO PLAGIAT STORY🚫 TERMOTIVASI BOLEH, TAPI KALO PLAGIAT JANGAN. PLEASE MIKIR ALUR ITU CAPE, JADI BAGI YANG PLAGIAT MENDING MINGGAT🙏 JANGAN LUPA FOLLOW AKUN ZAZ, VOTE DAN KOMEN SETELAH BACA
You may also like
Slide 1 of 9
Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna cover
Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN] cover
Mencintaimu Dalam Diam     (On Going) cover
Peluk Luka Hujan cover
Jangan Datang Hujan (TERBIT) cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
Pelangi di Balik Hujan Rindu cover
Umbrella Life [END] cover
Catatan hujan - "Quote&Poetry" cover

Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna

118 parts Complete

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.