Kuta Bukan Bali

Kuta Bukan Bali

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 19, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
KUTA BUKAN BALI Sebuah memoriam berupa tulisan sebagai sebuah diary. Berawal dari chat WA kawan lamaku bernama Desyah Akbar. Kawan yang kukenal sejak 2010 karena kami bercokol pada satu ektrakulikuler yang sama. Obrolan singkat mengenang masa lalu perihal segala momen yang dilalui bersama di ekskul tersebut, menjadi topik yang menjembatani menuju inti pembicaraan. Hingga akhirnya ia mengajakku untuk ikut mendaki ke sebuah gunung di daerah Bogor, Jawa barat untuk sebuah program penghijauan.
All Rights Reserved
#369
gunung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Di 1726 Mdpl
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Gadis Pendaki Gunung Rinzani
  • Our Story
  • Missing { Who Are You}
  • TUMBAL SAJEN
  • STORY OF RA - TIGA PUNCAK TIMUR JAWA
  • ANCALA 2.620 mdpl (MT.Mekongga)

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines