Secangkir Kenangan

Secangkir Kenangan

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 20, 2019
"Kopi hitam itu memiliki cita rasa khas, tanpa pemanis bualan." "Pemanis bualan? Tunggu, kau meledekku?" Copyright © 2018 by Maulida M.K
All Rights Reserved
#566
shortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • Kumpulan Cerita Pendek
  • Sweet Yaoi (OneShoot)✔
  • take away
  • Coffee Romance
  • SHORT STORY
  • Coffee for Sophie
  • Koo Koo & Tae Tae
  • THE SKETCHER √

SEGERA NAIK CETAK Riani dan Danu menganggap bahwa satu sama lain adalah teman minum kopi paling asik yang pernah ditemui. Kopi hitam yang pekat semakin mengikat mereka. Dua insan tak saling kenal bertemu menghabiskan waktu semalamam berharap mampu mengangkat kepahitan. Gejolak rasa mulai muncul namun apakah ada perubahan jika mereka terus berlari untuk menyerah. Danu pernah berkata, "The smell of coffee is almost the same as the smell of love, because love has a taste like the enjoyment of coffee." Sejak saat itu Riani merasa bahwa pria itu menyadarkan bahwa setiap ampas yang tersisa di cangkir menyisakan kenangan yang indah. Dan tentang esensi setiap kup kopi mampu membuka pikiran akan hal besar. Segala kalimat yang tak pernah terucap akhirnya muncul kepermukaan. Kejujuran besar kian terungkap. Masalah demi masalah kian menemukan titik akhir. Hingga tersadar pertemuan singkat itu menyisakan sebuah keputusan besar, untuk memperbaiki yang telah rusak dan menjalani kisah yang mulanya tak diharapkan. Berlari Untuk Menyerah.Copyright©2018-2020. Aila Radit

More details
WpActionLinkContent Guidelines