MY PERFECT ENEMY

MY PERFECT ENEMY

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 3, 2019
"Lo ngapain sih ngintilin gue kemana-mana? Ga capek? Gue aja cape lo ikutin mulu!" Natal memandang Delvian dengan tatapan jengah, namun yang ditatap hanya cengengesan tidak jelas. "Gue gak capek tuh, malah gue senang bisa liat masa depan gua tiap detik" Ucap Delvian santai "Hah? Masa depan? Ngimpi lo jadi masa depan gue. Kita itu Musuh! Tau Musuh kan? Iya lo tuh musuh gue. Titik." Natal kembali melangkah namun kakinya seketika berhenti ketika kalimat yang dilontarkan Delvian "Iya musuh, My perfect enemy always. I love u musuh" Ucap Delvian genit. "Najis" Ketus Natal, pergi meninggalkan Delvian.
All Rights Reserved
#34
perfect
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Love Became a Memory
  • Keano
  • Sudut pandang (felisha)
  • Horibble Woman (END)
  • My possessive leader gengster
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • Prestige
  • Wrong Dream
  • DAKSA [END]
  • ANTARES

(COMPLETED) Galleo Ravindra Arjuna, anak dari keluarga basket legendaris, hidup di bawah bayang-bayang nama besar orang tuanya. Di sisi lain, Elara Aeris Ganeswara, anak seniman terkenal, tumbuh dengan kebebasan dan dunia penuh warna. Ketika keduanya bertemu, dunia mereka yang bertolak belakang mulai berbenturan. "Kenapa sih kamu selalu sibuk sama basket? Apa aku nggak cukup penting?" protes Elara, matanya penuh kekecewaan. "Bukan gitu, El. Aku cuma... ini tanggung jawab aku juga. Tapi kamu harus tahu, aku nggak pernah ngelupain kamu," jawab Galleo lembut, mencoba menenangkan. Tapi apa jadinya ketika perbedaan mimpi dan gaya hidup mereka mulai menguji hubungan? Saat tawa berubah menjadi debat, dan cinta dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, keduanya harus belajar untuk saling menerima, atau menyerah. "Aku nggak mau jadi prioritas kedua, Gal." "Dan aku nggak mau kehilangan kamu." Bisakah Galleo dan Elara menemukan cara untuk menyelaraskan dunia mereka? Atau, apakah perbedaan mereka terlalu besar untuk dijembatani? Sebuah kisah tentang cinta, konflik, dan perjuangan untuk memahami satu sama lain di tengah segala perbedaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines