Pengakuan Psikopat

Pengakuan Psikopat

  • WpView
    Reads 10,992
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing1h 2m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
Febi mempercepat langkahnya. Gadis itu berjalan menyusuri gang kecil dan gelap itu karena itu satu-satunya jalan menuju ke kostnya. Didengarnya suara seperti langkah kaki tapi samar-samar dan terasa jauh. Ia menoleh ke belakang dengan gerakan yang tiba-tiba...tidak ada siapapun. Perasaan apa ini? Seperti perasaan cemas bercampur takut dan kuatir yang tidak pada tempatnya. Sudah kesekian kalinya Febi merasa ada yang mengikutinya di belakang sepulang ia dari kampus. Gadis itu memutuskan cepat-cepat berlari sampai ke kost dan segera masuk ke kamarnya. Gang kecil itu begitu sepi, jauh dari kamar kost Febi. Seorang pria bertubuh tinggi berpundak lebar sedang berdiri setengah tertutup tembok, sedang memperhatikan Febi yang setengah panik masuk ke kost.
All Rights Reserved
#34
psikologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMPURNA DALAM DOSA - Editing
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • Can You Find Me ? [COMPLETED]
  • Two Souls (Tamat)
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Crazy Psycho
  • Surat Tak Bernama
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • Bumi

Start : March 2023 End: - Bismillah Pembuka Bicara. Amni Haziqah tak pernah percaya pada mimpi, apatah lagi pada takdir yang sudah tertulis. Namun, satu mimpi berulang tentang seorang lelaki mula menghantui tidurnya-seolah-olah memberi petunjuk tentang sesuatu yang tidak dia fahami. Namun, siapa sangka lelaki dalam mimpinya itu benar-benar wujud? Ayden Hilman Bin Qusyairi-seorang lelaki yang punya segalanya, tetapi menyimpan rahsia yang boleh menghancurkan segalanya. --- "Saya tak sempurna untuk awak, Amni. Saya ada banyak kekurangan yang awak tak tahu." - Ayden Hilman "I'm your wife, Ayden. Your imperfections are perfect to me." - Amni Haziqah --- Bermula dengan benci, berakhir dengan akad. Tetapi mampukah mereka bertahan bila satu kebenaran pahit mula terbongkar? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines