studded with love at university

studded with love at university

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
Yana harus menelan kepahitan akibat dari ke egoisannya,ia harus kehilangan orang yang sangat ia sayang,orang yang benar benar peduli dan sayang padanya. Ketika ia ingin memperbaiki segalanya namun sudah terlambat. Dia harus melihat orang yang teramat ia sayang bersanding di hadapannya dengan gaun pengantin yang sangat anggun. Sekarang Yana hanya bisa menyesali segala sesuatunya karena nasi sudah menjadi bubur. ------ Dimas ingin memperbaiki segalanya namun tak pernah mendapat respon apapun pada akhirnya ia harus memilih untuk merelakan apa yang sangat ingin ia pertahankan walau dengan hati yang sangat berat dan sakit. *Pertemuan yang tiba-tiba mampu memberi luka yang luar biasa*
All Rights Reserved
#26
perjungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Evanescent [END]✓
  • PEKAT
  • Memories From The Past ( TAMAT )
  • RainDu
  • KATYA & SADDAM (Short Story)
  • WISHES.
  • Sherlyta
  • By Your Side | 2025

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines