TERUNTUK JIWA

TERUNTUK JIWA

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2019
Teruntuk Jiwa adalah sebuah catatan dari jiwa seorang penyintas bipolar disorder. Baginya, mencatat setiap kata yang berperang dalam pikiran adalah satu-satunya cara untuk bersuara, cara dimana ia bisa menuangkan segala usahanya melewati setiap fase dari gangguan bipolar yang ia derita. Ia ingin di dengar meski tak ada yang bisa mendengarkan, ia ingin diperhatikan meski tak jarang ia dikatai hanya mencari-cari perhatian. Kenyataannya justru lebih dari itu, ia butuh pertolongan. Melawan monster yang setiap detik siap siaga menyerangnya bukanlah hal yang mudah. Tak jarang ia menyerah, berputus asa, bahkan tawaran mengakhiri hidup pun selalu menghantui. Ia, jiwa seorang bipolar, hanya memiliki sedikit harapan teruntuk jiwa-jiwa yang bersedia mendengarkan atau bahkan hanya sekedar melontarkan sebuah kalimat menenangkan, "You are not alone!"
All Rights Reserved
#16
catatanharian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Titik Koma Titik Balik
  • KAELVOSS - Velvet Trap
  • teruntuk seseorang...
  • BEFORE THE END
  • 🇮🇩ꦿwolf In Sheep's Clothing?࿐ [Countryhuman]
  • Story Of Diana [ Berhenti ]
  • Growing Pain🥀

Kebencian, trauma, dan kesedihan yang mendalam itulah yang memicu dan menjadikan dirinya seperti seorang monster. Tak taukah kau, mulutmu itu begitu tajam ketika kau memakinya dengan seenak hatimu hingga membuatnya semakin hancur? Dia kesakitan, sedih, marah, kecewa, depresi dan trauma lantaran penyiksaan demi penyiksaan yang menyakitkan, penghianatan cinta yang tragis, hinaan cercaan makian yang menyayat hati, bahkan pemerkosaan begitu mengerikan yang telah merengut secercah harapanya untuk hidup bahagia. Tidakkah kau dengarkan tangisan pilunya? Tidakkah kau dengarkan teriakanya yang menyayat hati itu? Atau kau pura pura tuli karena keegoisanmu? Bagaimana bisa kau tertawa dan mencerca, dan menghakiminya selayaknya manusia hina tanpa sudi mengenal dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Kau pikir kau siapa? "Dia monster kamar 23, dan dia pembunuh"

More details
WpActionLinkContent Guidelines