The Book

The Book

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 8, 2021
Awalnya Raka,pemuda tegap bermata cokelat tak sengaja menemukan buku lebih tepatnya catatan harian.Buku tersebut yang menuntunya hingga bangkit dari dasar jurang kehancuran Setelah kepergian Anin tunangannya yang kecelakaan sebelum hari pernikahan.Ironis memang. Jika takdir sudah berkata,bisa apa kita?.Menerima memang sulit tetapi jatuh lebih buruk.Bangkit hidup itu serangkaian rasa bahagia,sakit,kecewa,putus asa,dan tentunya harapan yang senantiasa kita pelihara tanpa kita sadari. Percayalah rasa sakit akan membuat kita semakin kuat.Menjadi pribadi lebih tangguh dalam menghadapi kejamnya dunia.Itulah yang dipelajari raka dalam buku yang Ia temukan. Buku dengan sampul hitam yang sedikit lecek itu selalu menemani perjalanan Raka dimanapun.Buku tersebut bermetafora menjadi kekasihnya sekaligus pembimbing.
All Rights Reserved
#92
melankolis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Kecil
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Say Bye
  • Pergi yang Tak Kembali..
  • Antara Dendam dan Cinta
  • RAKA
  • ONE FINE DAY

Mengisahkan seorang ibu tunggal yang merawat kedua raga kecilnya tanpa campur tangan dari siapapun. Sebagai seorang ibu yang berdiri sendiri, ia memikul banyaknya peran dalam hidup. Setiap hari adalah perjuangan tanpa henti untuk memastikan anaknya tumbuh dengan bahagia, meski sering kali ia menyembunyikan lelah di balik senyumnya. Ibu dan anak adalah dua jiwa yang terhubung oleh cinta paling murni, sejak detak jantung pertama terdengar di dalam rahim. Bagi seorang anak, ibu adalah dunia. Meski ibu tunggal hanya memiliki satu tangan untuk menggenggamnya, namun kasih sayang yang diberikan tentu terasa seperti mendunia. Sentuhan tangannya adalah obat bagi segala luka, dan pelukan hangatnya adalah benteng dari segala ketakutan. Cinta seorang ibu tidak pernah memudar, ia tetap mencintai dengan cara yang tak selalu terlihat, tetapi selalu terasa. Hubungan ibu dan raga kecilnya adalah sebuah cinta abadi yang tak pernah meminta balasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines