We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
IRA (COMPLETE)

IRA (COMPLETE)

  • WpView
    Reads 922
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Tue, May 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ketua Umum atau bisa dipanggil ketum, memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi kaum hawa terutama di jurusan tempat yang menaungi namanya. Suka sama ketum? Sangat biasa. Dekat sama ketum? biasa. Pacaran sama ketum? Luar biasa. Apalagi ketum yang satu ini mempunyai sikap ramah dan wajah damai yang membuat siapa saja betah melihatnya. "Dek, nama lo siapa?" Ira tertegun melihat cowok dihadapannya yang mengembangkan senyum manis. Tak pernah ia duga kejadiaan ini bakal terjadi, dimana cowok yang disukainya menyapa lebih dulu. "E-eh gue Ira, bang" "Salam kenal Ira. Jangan gugup lagi pas jumpa gue ya" cowok itu berbalik meninggalkan Ira yang masih terdiam dengan wajah bersemu merah. ________________ Enjoy!
All Rights Reserved
#611
wattpad2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AdeRa [End]
  • ARKARA [PROSES REVISI]
  • (Un)Covered
  • DEVAN
  • Bad Girl Vs Ketua Kelas [SUDAH TERBIT]
  • Coldgirl And Badboy [Completed]
  • Nona Vs Deka ✔
  • Sahabat Jadi Cinta [ENDING]
  • ZHAIN GROUP BOYS (ON GOING)
  • Hi, Pak Dosen!

"Siapa cewek yang paling lo sayangi? awas aja kalo lo jawab 'bunda' lagi," "Rexa," Sial. Gara-gara keinget perkataan Altaf kok aku jadi aneh gini? Sebenernya wajar sih aku kan sahabatnya dari kecil sering kemana-mana bareng jadi ya normal-normal aja kalo dia sayang aku. Kenapa juga perasaanku ikutan berubah? Kenapa aku jadi berharap yang enggak-enggak. Aku jadi sering kepikiran, apa aku pantes buat dia maksudku lebih dari sekedar sahabat. Apa dia cocok buat aku? Apa aku..? Argh.. bisa gila aku lama-lama. Dan sialnya lagi jantung aku kaya ikutan marathon kalo lagi di deket dia. Perasaan dulu gak pernah deh, ni jantung kalem-kalem aja. Apa aku lagi sakit ya makanya gini? Yang gue takutin itu kalo aku suka sama Al. Bukan rasa suka sebagai sahabat yang semestinya atau sekedar perasaan sayang antara temen sama temen. Aih, takutnya dia ketawa kalo aku cerita soal ini. Dulu aku bisa membantah jika aku gak bakal suka dia dengan gampang. Sekarang, alih-alih membantah mengubur rasa itu pun aku tak bisa. No, pokoknya aku gak mau mengakui perasaanku. Oke. Kalo gini aku harus antisipasi, mundur dikit lah. Minimal membatasi diri takutnya kelewatan. Pura-pura gak liat. Pura-pura gak peduli. Gak mungkin kan aku suka sahabat sendiri? Ya, pastinya. Apalagi sekarang Al udah punya Ara. [Cerita ini diikutsertakan dalam WWC2020] Sumber Cover : Pinterest (Adrianne)

More details
WpActionLinkContent Guidelines