INFANTERI

INFANTERI

  • WpView
    Reads 405
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 20, 2020
Ibu Kota Indonesia dilanda badai angin maha dahsyat yang datang secara berkala. Akibatnya akses menuju kota tersebut pun ditutup untuk sipil oleh pemerintah. Batalyon Infanteri Yonzikon 201 diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Hampir satu tahun Batalyon 201 melaksanakan tugasnya. Namun tiga bulan belakangan ini markas pusat tidak lagi mendapatkan laporan dari Batalyon tersebut. Empat anggota Kopassus pun dikirim ke lokasi untuk melakukan investigasi. Apa yang sebenarnya terjadi pada Batalyon Infanteri Yonzikon 201?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAJOR(ILY)
  • He Fell First and She Never Fell?
  • LEGIUN
  • Dia Yang Bersamaku - Sequel "Ruang Temu Rasa"
  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • The Handsome Jungle Ghost (YOONMIN) (TERBIT CETAK)
  • HIROSHI [END]
  • JUNGLE GHOST [END]
  • Teddy Tirza: When Love Blooms • Completed ☑
  • Sayap Tanah Air 2 - Dibalik Konflik...

HOT STORY IN : 2025 June, #9 Romance 2025 June, #2 Action 2025 June, #3 Aksi 2025 July, #3 General 2025 September, #4 Military 2025 March-June, August #1 Riset Huasya, mahasiswa S2 di kampus nomor 1 di Indonesia, selalu memiliki fantasi terhadap para abdi negara berseragam loreng. Ia bermimpi kelak dapat menjadi ibu Persit atau ibu PIA seperti novel romansa yang ia baca di aplikasi webnovel langganannya. Sayangnya tidak semudah itu baginya bertemu atau bahkan sekadar berinteraksi dengan para tentara. Ia yang melekat dengan citra "anak rumahan" tidak pernah seforum dengan tentara-tentara ganteng seperti yang diimpikan. Sampai satu hari Huasya mengikuti kegiatan orientasi kampusnya, akhirnya ia bisa bertemu dengan Mayor Dipta Bramantya-pria sejuta pengagum. Hanya saja, ternyata bertemu bukan berarti bisa bersama. Bersama bukan berarti bisa bersatu, bersatu bukan berarti selalu ada. "Minggir, tolong!" "..." "Huasya . . . " "Om Mayor, nikah, yuk!" Disclaimer : Cerita ini karangan fiktif belaka yang terinspirasi dari fenomena viral di tahun 2024. Apabila terdapat kesamaan penokohan karakter dalam novel dengan profil tokoh yang nyata, maka hal itu karena penulis merupakan penggemar tokoh tersebut. Cover generated by Neng Gemini, final editing by me.

More details
WpActionLinkContent Guidelines