BulBin (END)

BulBin (END)

  • WpView
    MGA BUMASA 5,783
  • WpVote
    Mga Boto 677
  • WpPart
    Mga Parte 48
WpMetadataReadKumpleto Sun, Feb 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
CERITA UDAH END BUT PART MASIH LENGKAP! SO HAPPY READING❤ BulBin -> My Moon / Bintang Untuk Bulan "Kamu nggak laper?"ucap Bulan. Tunggu Bulan kenal suara ini lalu dia melihat dengan ekor matanya dan benar dia Bintang. "Nggak"ucap Bulan lalu kembali menatap novelnya. "Mau minum?"ucap Bintang. "Nggak"ucap Bulan. "Terus kamu maunya apa?"ucap Bintang. "Kamu diem"ucap Bulan. "Oke kalo itu mau kamu"ucap Bintang lalu diam tapi dia terus menatap Bulan membuat Bulan risih. "Stop"ucap Bulan. "Stop apa? Aku udah diem loh"ucap Bintang. "Jangan liatin aku"ucap Bulan. "Kamu cantik"ucap Bintang. Bulan mengabaikan perkataan Bintang membuat Bintang menghela nafas pelan. "Aku salah?"ucap Bintang. "Terserah kamu itu kan penilaian diri kamu terhadap aku"ucap Bulan tanpa menoleh. "Nggak sopan loh ngomong tapi nggak liat ke orangnya"ucap Bintang. "Maaf"ucap Bulan menoleh membuat matanya kembali bertemu dengan mata Bintang. "Aku suka kamu"ucap Bintang membuat Bulan kaget tapi wajahnya tetap tenang. "Makasih"ucap Bulan lalu mengalihkan pandangannya. maafkan kalo gaje ya!!! coba aja dulu siapa tau suka!! ditunggu saran dan kritikannya!! story by : tna_kys12 #27 teo/ 6 april 2020 #6 meteor/ 21 mei 2020 #9 meteor/ 23 mei 2020 #10 meteror/ 11 juni 2020
All Rights Reserved
#916
bintang
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • BULAN (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Secret Admirer
  • Estrella Lunar
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Pelangi untuk Hujan(on going)

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman