Silent Love [on Going] Hiat

Silent Love [on Going] Hiat

  • WpView
    Reads 774
  • WpVote
    Votes 318
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
Pernah meyukai senior di sekolahan? Aku yakin kalian pernah berada pada fase di mana menyukai kakak kelas tapi tidak berani mengungkapkannya, seperti Osca satu tahun mengagumi seniornya Rayen Aldebaran secara diam-diam hingga akhirnya diketahui oleh sahabatnya saat memasuki kelas 11. Beranikah Osca mengakui perasaannya pada Rayen? Atau ia akan tetap diam hingga kelulusan Rayen? "Memilikimu itu bagaikan sebuah mimpi yang ada saatku terlelap, iya karna ketika aku terbangun, aku kembali pada sebuah realita yang menyakitkan bahwa kamu takkan pernah bisa kumiliki." -Osca Aranasya.S. Penasaran dengan kisahnya? Mari baca! #7-Lampung (25 Januari 2021)
All Rights Reserved
#689
romace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • Unknown Status [completed]
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • DELKA
  • AKSARA
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • Cold Boyfriend [Ending]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • Kakak Kelas [COMPLETED]

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines