Story cover for Sober UnKibitzs by esgoncang
Sober UnKibitzs
  • WpView
    GELESEN 446
  • WpVote
    Stimmen 103
  • WpPart
    Teile 9
  • WpView
    GELESEN 446
  • WpVote
    Stimmen 103
  • WpPart
    Teile 9
Abgeschlossene Geschichte, Zuerst veröffentlicht Nov. 21, 2019
Kata kata orang memang jangan pernah di benarkan. Ga semuanya bisa benar... apa kata dunia kalau semua yang kita lakukan harus merujuk total pada omongan mereka.
Terlebih saat kita punya mimpi di dalam sini. Hati kita. Ayo perjuangkan dan terus dukung.  Semua orang pasti perlu dukungan .. seperti kelompok kelompok kecil seperti sebuah kelas riweh!!!

Kelas siapa itu? 

____Xii ipa 2 . Lazimnya
Kelas rusuh apalagi pas jamkos. 
Ape tidak!!! Kata kata pedas dari mulut bass selalu menyayat hati sebagian besar penghuni kelas. Yaitu melodi yang selalu tersakiti...
Berawal dari sikap nyinyir pemilik kelas lain. ...yahhhh tetangga maklum lahh selalu mendukung patnernya gituuuh.. si sok jagoan namanya

Fabegas Arfano si ketua kelas. 
Rayratu Izasya si waket.
Analya Bintang sekretaris 1
Putri Ayuli sekretaris 2
      Apa jadinya ketika ada seorang dari mereka yang hilang? Maksudnya pergi dengan sementara????
,DAN YANG PALING MUDAH UNTUK. 
Simak ceritanya

@dexport.smn1btn

[Slow Update]
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Sober UnKibitzs zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#13sajakku
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Cheerful Girl [ENDING] von RosyPutri4
53 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Our Class: ExSiFo cover
My teacher is My husband -- OSH [Complited √] cover
THALIA cover
Lena The Troublemaker cover
Kelas A [End] cover
AKSALENA [TAHAP REVISI] cover
THE SECRET RELATIONSHIP cover
Kakak Kelas [COMPLETED] cover
Cheerful Girl [ENDING] cover
Jingga di Samudra [Completed] cover

Our Class: ExSiFo

52 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Ditempatkan di kelas yang dijuluki kelas keramat dan tak memiliki masa depan, membuat 24 anak itu menolak dengan keras. Bahkan peringkat 5 besar dalam satu angkatan yang seharusnya berada di kelas XI IPA 1, kini juga terdapar di kelas yang dipandang sebelah mata itu. Membuat hubungan pertemanan mereka tak bisa berjalan dengan mulus. Hinaan, cacian, ujaran kebencian seolah menjadi hal yang wajib mereka lontarkan kepada sesama penghuni kelas. XI IPA 4 Tempat dimana awal kisah mereka bermula. Segala masalah yang mereka terima tanpa mengetahui alasannya, ternyata memiliki dampak baik bagi mereka. Berusaha keras mengembalikan citra baik kelas, meski begitu banyak cobaan yang mereka temui sepanjang perjalanan. Hingga terungkaplah sebuah fakta yang cukup mengejutkan seisi sekolah. Akankah ke-24 siswa-siswi itu mampu berdamai dengan keadaan dan menjadi teman? Akankah mereka mampu mengembalikan citra baik kelas? Bagaimana lika-liku perjalanan mereka? Mari kita ikuti perjalanan mereka menuju kedamaian yang awalnya terasa tidak mungkin untuk terjadi~~