Teruntuk Diriku Tersayang

Teruntuk Diriku Tersayang

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2019
WpInfo
Poetry
Dear Aku, Rasanya lucu ketika menuliskan ini untuk kamu. Masalah memang silih berganti, hatimu mungkin sudah remuk redam akibat hari-hari yang tak sejalan dengan yang kamu harapkan. Namun, jiwamu selalu memiliki satu harapan untuk terus melanjutkan hidup. Dear Aku, Terima kasih sudah mau bertahan sampai di titik terendah sekalipun. Terima kasih untuk terus berjuang walau istilah menyerah memang menggiurkan. Aku cuma mau bilang, kalau kamu itu hebat! Aku bangga sama kamu. Dear Aku, Semoga mimpi yang sudah kamu bangun dengan apik, terwujud dengan estetik yang murni. Tentu saja dengan keajaiban Tuhan. Terima kasih untuk terus menaklukkan mimpi-mimpi itu. I Love You, My Self. © 2019 | Amani Dalimunthe
All Rights Reserved
#591
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • My Junior My Love ✔️
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Ruang Diksi [Completed]
  • MY DIARY - QUOTES✔
  • Daily Quotes
  • Segala Tentangmu ❝
  • menangis
  • HI! AB PART 1
  • ELBRASTA

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines