Teruntuk Diriku Tersayang

Teruntuk Diriku Tersayang

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 24, 2019
Dear Aku, Rasanya lucu ketika menuliskan ini untuk kamu. Masalah memang silih berganti, hatimu mungkin sudah remuk redam akibat hari-hari yang tak sejalan dengan yang kamu harapkan. Namun, jiwamu selalu memiliki satu harapan untuk terus melanjutkan hidup. Dear Aku, Terima kasih sudah mau bertahan sampai di titik terendah sekalipun. Terima kasih untuk terus berjuang walau istilah menyerah memang menggiurkan. Aku cuma mau bilang, kalau kamu itu hebat! Aku bangga sama kamu. Dear Aku, Semoga mimpi yang sudah kamu bangun dengan apik, terwujud dengan estetik yang murni. Tentu saja dengan keajaiban Tuhan. Terima kasih untuk terus menaklukkan mimpi-mimpi itu. I Love You, My Self. © 2019 | Amani Dalimunthe
Todos los derechos reservados
#448
heart
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Jejak
  • Langit Malam
  • HI! AB PART 1
  • Segala Tentangmu ❝
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • MY DIARY - QUOTES✔
  • My Junior My Love ✔️
  • Jatuh Cinta itu Luka

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido